Home / Dunia / Tak Mau Dipimpin Trump, Warga California Usung #Calexit

Tak Mau Dipimpin Trump, Warga California Usung #Calexit

526 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

suaraflobamora.com, Penolakan warga Amerika Serikat terhadap terpilihnya Donald Trump sebagai presiden terus terjadi sejak taipan real estate itu dinyatakan keluar sebagai pemenang pemilu. Tak hanya aksi unjuk rasa, warga di negara bagian California bahkan mengusung pemisahan diri dari AS, atau yang disebut juga dengan istilah #Calexit.

gerakan “Yes California” muncul seiring dengan penolakan sebagian besar warganya atas kemenangan Trump. Hampir 60 persen pemilih di California merupakan pendukung rival Trump, Hillary Clinton, pada pilpres pekan ini.

Kampanye ini menyerukan dibentuknya referendum kemerdekaan bagi California agar bisa keluar dan memisahkan diri dari konstitusi AS.

“Sebagai ekonomi terbesar keenam di dunia, California memiliki kekuatan ekonomi lebih besar dari Perancis dan memiliki jumlah populasi warga lebih besar dari Polandia. Poin per poin, California dapat bersaing dengan negara lain, tidak hanya dengan 49 negara bagian di AS saja,” bunyi pernyataan yang dikutip dari situs resmi kampanye tersebut.

Warga California menamakan kampanye ini sebagai #Calexit, meniru gerakan Brexit yang sukses menghantarkan Inggris keluar dari Uni Eropa pada Juni lalu.

Gerakan #Calexit sebenarnya sudah pernah mencuat di masa lalu ini, namun kembali menarik perhatian warga California pada Rabu (9/11) malam waktu setempat, berselang beberapa jam setelah hasil hitung cepat menunjukkan Trump memenangi pilpres.

Para pendukung gerakan#Calexit mengusulkan referendum ini terlaksana pada 2019 mendatang.

Sama seperti referendum Inggris dari Uni Eropa, referendum ini mengizinkan warga untuk memilih apakah California harus menjadi sebuah negara yang independen atau tetap menyatu dengan AS.

Ribuan warga California memprotes kemenangan Trump berkumpul di Balai Kota Los Angeles pada Rabu malam meneriakan “¡Si se puede!” dalam bahasa Spanyol yang berarti “Ya, ini mungkin!” atau “Ya bisa” merujuk pada referendum California. Sebagian demonstran meruapakan warga keturunan Amerika Latin.

Berbagai aktivis juga menyorakan seruan #NotMyPresident sebagai bentuk protes keras terhadap hasil pemilu AS yang melenggangkan jalan mantan bintang televisi itu menuju Gedung Putih.

“Saya datang kemari untuk melepaskan banyaknya ketakutan yang saya rasakan saat mengetahui hasil pemilu (kemenangan Trump),” ucap salah satu demonstran, Nick Powers, kepada CNN.

Berbagai politikus menyatakan pemisahan California dari AS tidak mungkin terjadi. Mantan Gubernur Texas, Rick Perry pernah menyarankan negara bagiannya itu untuk meninggalkan AS pada 2009 lalu seiring munculnya kembali Tea Party Movement – gerakan politik Amerika yang dikenal konservatif dan menyuarakan penerapan pajak rendah untuk kesejahteraan ekonomi warga AS.

Namun nampaknya, upaya referendum itu tidak pernah benar-benar terjadi dan memperoleh sambutan.

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini