Home / Kesehatan / Wali Kota Kupang Instruksikan Bebaskan DBD

Wali Kota Kupang Instruksikan Bebaskan DBD

70 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora. Com— Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore menginstruksikan kepada para camat, lurah dan kepala sekolah untuk menangani dan membebaskan daerah ini bebas dari penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Instruksi wali kota melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tertanggal 7 Februari 2020 itu dengan nomor 179/Dinkes.440.870/II/2020.

Kepada camat se-wilayah Kota Kupang diinstruksikan segera mengkoordinasikan dengan instansi terkait guna menyusun rencana operasional pembersihan sarang nyamuk (PSN) DBD di wilayah kerja masing-masing serta melaporkan hasilnya setiap minggu kepada wali kota.

Kepada seluruh kepala Sekolah tingkat SMA/SMP/SD di wilayah Kota Kupang untuk melaksanakan PSN demam berdarah dan membunuh nyamuk di ruangan kelas secara swadaya karena nyamuk demam berdarah dapat menggigit pada saat anak-anak sedang dalam proses belajar di kelas.

Diwajibkan kepada semua guru untuk menginformasikan kepada semua murid bahwa pencegahan penularan penyakit DBD melalui pembersihan sarang nyamuk dengan cara 3M yaitu mengubur kaleng- kaleng bekas, botol- botol bekas, tempurung kelapa, plastik- plastik bekas, ban-ban bekas atau sampah lainnya yang berpotensi menampung air hujan.

Membersihkan bak mandi, tempayan air minum maupun vas/pot bunga yang terisi air minimal satu minggu satu kali serta menutup rapat-rapat tempat penampungan air di sekitar sekolah dan lingkungan rumah masing-masing serta melaporkan hasilnya kepada atasan masing-masing dan tembusannya disampaikan kepada wali kota.

Kepada para lurah di wilayah Kota Kupang untuk segera melaksanakan PSN DBD secara rutin dengan melibatkan seluruh warganya minimal seminggu sekali, dapat juga disatukan dengan gerakan Jumat bersih dan melaporkan hasilnya setiap minggu kepada camat, tembusan kepada wali kota.

“Untuk membebaskan Kota Kupang dari penyakit DBD, semua komponen masyarakat harus bahu membahu dan serentak melakukan PSN DBD sedini mungkin untuk menumpas semua telur dan jentik-jentik nyamuk,” demikian isi instruksi wali kota itu.

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinkes gencar melaksanakan pengasapan (fogging) terutama di wilayah kelurahan yang dketahui terdapat kasus pasien tertular penyakit DBD.

Walau demikian, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan bersifat sementara serta kurang efektif karena telur dan jentik yang ada pada tempat-tempat yang berpotensi dapat menampung air hujan tidak terbunuh karena fogging.

“Dalam kurun waktu lebih kurang satu minggu akan menjadi nyamuk aedes aegypti yang siap menularkan virus dengue,” terang instruksi wali kota itu.

Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore sebelumnya memerintahkan agar jajaran Pemerintah Kota Kupang segera melakukan penanganan agar kasus DBD yang sudah terjadi tidak bertambah dan meluas.

“Dinkes Kota Kupang agar memberikan prioritas tinggi kepada kasus DBD, segera keluarkan himbauan, melakukan fogging dan menyiagakan seluruh jajaran Dinkes terutama di puskesmas dan pustu guna memberi perhatian penuh dalam penanganan pasien DBD serta mencegah pasien bertambah,” kata Jefry.

Selain itu, para camat dan lurah terus berkoordinasi, bekerjasama dengan seluruh komponen di kelurahan untuk melakukan pencegahan, salah satunya kerja bhakti bersama membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk. Tingkatkan kewaspadaan warga masing-masing terhadap penularan DBD.

Kepala Dinkes Kota Kupang, Retnowati menyatakan, akan melaksanakan survei jentik dan abatesasi terutama di wilayah perumahan BTN Kolhua.

“Yang terpenting adalah gencar dan serentak melakukan PSN di rumah kita masing-masing dengan cara 3M, menguras, mengubur dan menutup plus segera menaburkan abate pada tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah masing-masing,” terang Retnowati.

Jika ada kasus DBD di suatu wilayah harus segera dilaksanakan kerja bhakti lingkungan karena kasus dimungkinkan akan bertambah kurang lebih tujuh hari setelah kasus.

Dan apabila ada anggota keluarga yang mengalami panas atau demam agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Ia menambahkan, barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan dipastikan berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk dan menghasilkan jentik-jentik yang dapat berubah menjadi nyamuk aedes aegypti dewasa.

Hendaknya tidak menunda-nunda atau mengobati sendiri jika ada anggota keluarga yang mengalami demam. Tapi segera dibawa ke fasilitas kesehatan atau Puskesmas/Pustu terdekat sehingga tidak terlambat mendapat penanganan yang tepat.//suara flobamora.com (**/gusto)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini