Home / Kelautan / BBKSDA NTT Selamatkan Penyu Belimbing Raksasa

BBKSDA NTT Selamatkan Penyu Belimbing Raksasa

317 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com – Balai Besar Kawasan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur menyelamatkan seekor penyu jenis belimbing (dermochelys coriacea) berukuran raksasa yang terjerat pukat nelayan setempat di Perairan Laut TWAL Kupang Lokasi Kelapa Tinggi Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada Selasa (27/7/2020).

Demikian penyampaian Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara melalui siaran pers Humas BBKSDA NTT yang diterima tim media ini pada Kamis, (28/7/2020).

“Penyelamatan terhadap penyu raksasa jenis belimbing itu dilakukan saat tim kami sedang melakukan patroli rutin pengamanan kawasan di pesisir Teluk Kupang,” tandasnya.

Menurut Timbul Batubara, saat timnya sedang melakukan patroli, mereka mendapatkan laporan masyarakat ada penyu raksasa yang terdampar dan tidak bisa berenang karena tersangkut jaring/pukat milik nelayan.

Mendengar informasi itu, Personil Resort bersama dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) menuju lokasi dan mengevakuasi/menyelamatkan penyu tersebut. Penyu tersebut dievakuasi ke Pantai Kelapa Tinggi dan diidentifikasi.

Hasil identifikasi sebagaimana dirilis BBKSDA NTT yakni:

Jenis kelamin: betina

Panjang kerapas: 152 cm

Lebar: 110 cm

Tinggi punggung: 51 cm

Panjang tubuh: 200 cm

Panjang kaki depan: 99 cm

Lebar kaki depan: 32 cm

Panjang kaki belakang: 50 cm

Lebar kaki belakang: 28 cm

Panjang ekor: 31 cm

Panjang kepala: 28,5 cm

Lebar kepala: 28 cm

Tinggi kepala: 21 cm

Lebar dada: 70 cm

Status: dilindungi sesuai PP nomor 77 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa.

Menurut Timbul Batubara, saat penyelamatan penyu raksasa itu, bagian kaki kanan depannya terdapat luka lecet akibat lilitan tali pukat nelayan itu. “Namun kami bersyukur karena lukanya itu tak berakibat fatal sehingga pada pukul 11.50 Wita dilepaskan kembali laut,” bebernya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat nelayan bahwa perairan Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang merupakan habitat dan daerah pendaratan penyu, “masyarakat nelayan dalam beraktivitas menangkap ikan perlu berhati-hati menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.”

Timbul juga mengapresiasi langkah cepat masyarakat setempat melaporkan Penyu Belimbing yang terjerat jaring sebagai hal positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di daerah itu sudah paham betul akan aturan untuk menjaga hewan-hewan yang langka dan dilindungi.

Ia pun menilai bahwa adanya penyu belimbing berukuran besar itu, membuktikan bahwa laut NTT kaya dan masih bersih dari sampah sehingga banyak penyu bergerak bebas mencari makan di perairan NTT. “Oleh karena itu perlu kita jaga dan rawat bersama lingkungan kita, agar tetap ada mamalia yang langkah tersebut sebab di daerah lain di Indonesia ini sudah sangat susah menemukannya,” ujarnya. (sf/tim)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini