Home / Nusantara / Bakal Dihadiri Presiden Jokowi, NTT Ditantang Jadi Tuan Rumah HKAN 2021

Bakal Dihadiri Presiden Jokowi, NTT Ditantang Jadi Tuan Rumah HKAN 2021

317 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com –Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Direktorat Jenderal (Ditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Nandang Prihadi, S.Hut, M.Sc menantang Provinsi NTT untuk bersaing dengan Provinsi Bengkulu untuk menjadi ‘Tuan Rumah’ penyelenggaraan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada tahun 2021 yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Tantangan itu disampaikan Direktur PJLHK Ditjen KSDAE Kementerian LHK RI, Nandang Prihadi saat memberikan arahan dalam acara penyerahan Sertifikat dan Plakat kepada 35 orang juara Lomba Foto dan Video Petualangan Alam Indonesia Kantor BBKSDA NTT di Aula BBKSDA NTT di Kupang pada Kamis (03/09/20).

Menurut Nandang, NTT memiliki kekayaan alam yang unik dan keindahan alam yang luar biasa. “Hanya melihat dari foto saja, kami dan dewan juri terpesona oleh keindahan alam di NTT. Karena itu, saya tantang NTT untuk bisa bersaing dengan Provinsi Bengkulu untuk menjadi ‘Tuan Rumah’ pelaksanaan HKAN tahun 2021 nanti,” tantangnya.

Penetapan ‘Tuan Rumah’ HKAN tahun depan, lanjutnya, akan ditetapkan pada tanggal 16 September 2020 saat puncak perayaan HKAN di Bontang nanti. “Kalau tahun ini tidak sempat dihadiri Bapak Presiden Jokowi karena wabah Covid-19, maka tahun depan kalau HKAN diselenggarakan di NTT, mudah-mudahan akan dihadiri Bapak Presiden,” harap Nandang.

Ditemui usai kegiatan penyerahan sertifikat dan plakat lomba foto dan video, Nandang mengatakan, adanya kemungkinan NTT akan menjadi ‘Tuan Rumah’ Perayaan HKAN tahun 2021 nanti. Menurutnya, hal tersebut sudah disampaikan kepada Kepala BBKSDA NTT, Ir. Timbul Batubara, M. Sc.

“Saya sudah sampaikan ke beliau (Timbul Batubara, red), nanti tinggal kesiapan di sini (BBKSDA NTT, red). Tentunya tidak hanya Pak Timbul sendiri. Kalau Pak Timbul sendiri, kasihan tetapi harus juga terlibat pihak lain seperti Dinas Parawisata, Pemprov NTT dan Pemkab setempat,” jelas Nandang.

Jika terpilih, lanjut Nandang, Pihak BBKSDA NTT akan memilih tempat yang tepat untuk perayaan HKAN tersebut. “Nanti pak Timbul akan milih kira-kira cocok yang mana. Lalu persiapannya seperti apa? Nah kalau itu menurut pak Timbul memungkinkan, kami dari pusat akan mengalokasikan anggaran untuk itu. Tidak hanya daerah, tetapi pusat juga akan alokasikan anggaran untuk itu,” tandasnya.

Nandang menambahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan dimaksud cukup besar karena peserta bisa mencapai 1.000 s/d 1.500 orang. “Oleh karena itu, harus dihitung, penginapan siap tidak? Apalagi kalau Bapak Presiden yang datang. Wartawan juga tahu protokolnya seperti apa? Dan selama saya di Ditjen KSDAE, perayaan HKAN belum pernah dihadiri Bapak Presiden. Mudah-mudahan disini (di NTT, red), Pak Timbul dan Pak Gubernur NTT bisa menghadirkan Bapak Presiden,” harapnya.

 

Nandang juga meminta dukungan semua pihak, termasuk wartawan. “Kita akan putuskan tanggal 16 September 2020 ini. Tinggal kesiapan teman-teman disini (BBKSDA NTT, red). Kemungkinan peserta lebih dari seribu, bisa seribu lima ratus, karena kita di Bontang lebih dari 50% yakni 750 orang. Anda bisa bayangkan seribu lima ratus orang datang ke suatu wilayah, dampak multiplier ekonominya bagaimana untuk NTT,” jelasnya.

Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara yang dimintai tanggapannya terkait tantangan Direktur PJLHK, mengatakan, pihaknya siap untuk menjadi ‘Tuan Rumah’ pada Puncak Perayaan HKAN tahun 2021 mendatang. Karena itu, Ia meminta dukungan Pemerintah Provinsi NTT, seluruh masyarakat NTT, termasuk dukungan media massa.

“Saya mengajak kita semua, baik Pemprov NTT, Pemkab Kupang dan media untuk berusaha menjadi ‘Tuan Rumah’ yang baik di HKAN tahun 2021 nanti. NTT memiliki peluang besar untuk menjadi tuan rumah HKAN 2021. Rencana kita nanti perayaannya bertempat di Taman Wisata Alam (TWA) Baumata, karena airnya masih besar. Mari kita sama-sama berjuang untuk merebut kesempatan ini, kalau tidak kesempatan ini bisa lepas,” ujarnya.

Menurut Timbul Batubara, TWA Baumata, Kabupaten Kupang direncanakan menjadi lokasi perayaan HKAN 2021 karena pertimbangan jarak yang dekat dengan Kota Kupang dan ketersediaan akomodasi bagi peserta. “Jaraknya hanya 30 menit dari Kota Kupang. Ada banyak hotel berbintang di di sepanjang pantai Kota Kupang. Lokasi ini juga dekat dengan Taman Nasional Teluk Kupang. Jadi kalau Presiden nginap, ya bisa langsung melihat ke arah TN Teluk Kupang,” jelasnya.

Terkait persiapan lokasi TWA Baumata, Timbul Batubara menjelaskan, akan memanfaatkan lahan 2 (dua) hektar yang terbakar. “Lahan 2 hektar yang terbakar kemarin di Baumata akan kita kikis. Kita akan libatkan masyarakat dalam program Padat Karya untuk membongkar karang untuk buat pagar,” tuturnya. (sf/tim)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini