Home / Bisnis / Organda Diharapkan Mampu Wujudkan Transformasi Bidang Usaha Transportasi Darat

Organda Diharapkan Mampu Wujudkan Transformasi Bidang Usaha Transportasi Darat

10 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com–Organisasi angkutan darat (Organda) merupakan satu-satunya wadah organisasi pengusaha angkutan bermotor di jalan yang mempunyai peran penting dalam menunjang kelancaran roda perekonomian bangsa.

“Sebagai organisasi profesional dan independen, Organda diharapkan mampu mewujudkan transformasi bidang usaha angkutan transportasi darat guna meningkatkan usaha para anggota, serta mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat sesuai visi yang diemban,” kata Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay ketika membuka musyawarah cabang (Muscab) V Organda Kota Kupang berlangsung di aula rumah jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (4/9).

Fahrensy menjelaskan, transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan merupakan urat nadi dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Karena itu keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi harus ditunjang dengan pengembangan sistem transportasi yang baik, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Ia mengatakan, sistem jaringan transportasi dapat dilihat dari segi efektivitas dan efisiensi. Dari aspek efektivitas, hal ini menyangkut keselamatan, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, lancar dan cepat, mudah dicapai, tepat waktu, nyaman, tarif terjangkau, tertib, aman, rendah polusi serta. Sedangka dari segi efisiensi dalam artian beban publik rendah dan utilitas tinggi dalam satu kesatuan jaringan sistem transportasi.

Fahrensy menyatakan, dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang tengah berbenah terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya transportasi. Harus diakui, pelayanan di bidang transportasi masih perlu ditingkatkan untuk menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat Kota Kupang, terutama mereka yang kesehariannya menjalankan usaha perdagangan yang menunjang jalannya roda perekonomian daerah ini.

“Transportasi juga merupakan solusi yang menopang aktivitas sebagian masyarakat di sektor jasa, sektor yang mendominasi di Kota Kupang,” terang Fahrensy.

Sedangkan di sektor pendidikan, paparnya, transportasi darat juga teramat penting keberadaannya bagi anak-anak yang berkuliah maupun sekolah. Memperhatikan hal tersebut, Pemerintah Kota Kupang belum lama ini meluncurkan bus rapid trans (BRT) sebagai moda transportasi baru di Kota Kupang yang melayani lima rute.

“Diharapkan dengan adanya BRT, dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi darat yang relatif murah, cepat, aman serta nyaman bagi aktivitas sehari-hari,” ujar Fahrensy.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang dan Organda hendaknya terus berkolaborasi dalam kemitraan demi mewujudkan visi dan misi keduanya. Kiranya melalui momentum Muscab V Organda Kota Kupang ini, kemitraan yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna memberikan pelayanan bagi kesejahteraan masyarakat terutama di bidang transportasi.

Ketua DPD I Organda Provinsi NTT, Felix Pullu mengatakan, Muscab Organda Kota Kupang adalah muscab kelima di NTT. Sebelumnya Organda sudah menggelar muscab di empat kabupaten yakni Timor Tengah Utara (TTU), Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Rencananya minggu depan akan digelar muscab di Kabupaten Alor, Lembata, Sumba dan Rote-Ndao. Muscab kali ini sengaja digelas secara terbatas tanpa melibatkan seluruh komponen untuk menghormati imbauan pemerintah tentang protokol kesehatan penanganan covid-19.

Ia mengungkapkan, sebelum pandemi covid-19, ada 11.000 armada angkutan darat yang ada di NTT, terdiri atas angkutan logistik dan angkutan orang. Namun denga adanya pandemi covid-19, diperkirakan sekitar 6.000 sopir angkutan yang kehilangan pekerjaannya karena pengusaha memilih untuk gantung kunci. Karena itu Organda berharap agar Pemerintah Kota Kupang juga memberi perhatian kepada para sopir tersebut lewat bantuan-bantuan sosial yang ada.

Felix meminta kesediaan Pemerintah Kota Kupang untuk menyerahkan tanggung jawab operasional dua dari lima BRT yang baru dilaunching beberapa waktu lalu. Organda sudah memiliki koperasi sendiri yang diberi nama Sarana Angkutan Rakyat (Sakura) yang bisa mengelola bus tersebut. Rencananya satu bus akan digunakan untuk transportasi dalam kota, satu unit lagi akan digunakan sebagai bus antar kota dalam provinsi (AKDP).

“Ada sejumlah aspirasi Organda yang perlu disikapi seperti perlunya penerapan aturan kepada pengemudi transportasi online, izin operasi taksi di bandara El Tari Kupang serta kepastian regulasi tentang terminal yang ada di wilayah Kota Kupang,” ungkap Felix.//sf (**/red)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini