Home / Bisnis / Harapan Wali Kota Kupang Kepada Ina Ndao

Harapan Wali Kota Kupang Kepada Ina Ndao

23 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com—Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore berharap sentra tenun Ina Ndao yang kini memiliki gedung baru di usianya yang ke-29 tahun terus sukses mengemban usaha pariwisata yang menginspirasi munculnya usaha-usaha jasa obyek wisata, khususnya yang berperan dalam mempromosikan budaya tradisional khas NTT yang unik.

Jefri sampaikan ini ketika menghadiri peringatan HUT ke-29 Rumah Tenun Ina Ndao di Kelurahan Naikoten I, Kamis (10/9). Pada kesempatan itu, Jefri yang didampingi Ny. Hilda Riwu Kore-Manafe juga meresmikan Rumah Tenun dan Cafe Ina Ndao yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota dan pengguntingan pita oleh pejabat yang mewakili Gubernur NTT serta pemotongan tumpeng oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja di lokasi Rumah Tenun Ina Ndao. Acara tersebut sekaligus merupakan syukuran atas terpilihnya sentra tenun ikat Ina Ndao sebagai salah satu nominasi dalam anugerah pariwisata Indonesia Tahun 2020.

Jefri mengungkapkan, usia 29 tahun tentu bukan waktu yang singkat bagi sentra tenun Ina Ndao dalam menekuni upaya melestarikan budaya NTT khususnya tenun ikat. Karena itu patut diberi apresiasi kepada pengelola Ina Ndao bersama seluruh karyawan yang berkomitmen dalam menjalankan usaha ini, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi lokal NTT, sehingga menjadi kebanggaan masyarakat NTT khususnya Kota Kupang.

“Sangatlah pantas jika Ina Ndao terpilih sebagai salah satu nominator yang mewakili NTT dalam ajang anugerah pesona Indonesia bersama delapan obyek wisata NTT lainnya,” kata Jefri.

Ia menjelaskan, Pemkot Kupang saat ini terus berupaya mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penyumbang pendapatan negara dan daerah terutama di tengah pandemi covid-19. Dengan meningkatnya industri pariwisata seperti yang dijalankan Ina Ndao tentu akan meningkatkan jumlah kunjungan dan minat beli masyarakat yang tentunya akan mendorong perekonomian daerah ini. Karena itu Dinas Pariwisata Kota Kupang diminta untuk memberi perhatian terhadap usaha-usaha yang mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah ini guna mewujudkan misi Pemkot Kupang yakni Kota Kupang makmur.

Direktris Ina Ndao Group, Dorce Lusi menjelaskan, usaha ini mulai dirintis bersama suaminya, Yus Lusi 29 tahun silam, diawali dengan bangunan sangat sederhana yang terbuat seng-seng bekas. Berkat dukungan dari berbagai kalangan termasuk pemerintah daerah setempat, di usia ke-29 tahun ini mereka bisa meresmikan gedung baru sentra tenun ikat serta café Ina Ndao.

Menurutnya, usaha ini dibangun dengan cita-cita besar yakni melestarikan budaya sekaligus mengentaskan kemiskinan dengan membuka lapangan kerja baru yang berbasis ekonomi rumah tangga dan mengangkat martabat kaum perempuan. Nama Ina Ndao sengaja dipilih karena Ina yang dalam bahasa Rote berarti mama yang menjelaskan bagaimana mereka belajar menenun dari ketulusan hati seorang mama. Sedangkan Ndao merupakan nama kampung asal mereka, pulau terselatan wilayah NKRI.

Dorce menambahkan, pelajaran penting yang diperoleh adalah hasil yang didapat saat ini merupakan buah dari perjalanan panjang dan kerja keras tak kenal lelah selama ini. Karena itu mereka berharap agar dukungan yang mereka peroleh selama ini bisa terus dijaga demi memajukan tenun ikat NTT. Para tamu undangan yang hadir diminta untuk mendukung mereka sebagai destinasi wisata budaya dalam ajang anugerah pesona Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda NTT, Lery Rupidara, Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe, Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang, Padron Paulus, Anggota DPRD Kota Kupang, Richard Odja, Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man Rengka, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay bersama Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, para Asisten Setda Kota Kupang, segenap pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkot Kupang serta Camat Kota Raja dan Lurah Naikoten I.

Perayaan tersebut dimeriahkan dengan suguhan tarian daerah NTT serta fashion show busana dengan bahan dasar tenun ikat khas NTT. Semua tamu undangan yang hadir juga dihadiahi dengan oleh-oleh berupa kerajinan tangan yang terbuat dari bahan tenun ikat NTT.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini