Home / Bisnis / Pemkot Kupang Serius Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Pemkot Kupang Serius Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

19 Kali dibaca
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com— Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memberi perhatian serius terhadap upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19 yang masih mengancam. Sejumlah kebijakan dibuat dan sejumlah besar dana dialokasikan untuk upaya tersebut.

Demikian penjelasan Wali Kota Kupang , Jefri Riwu Kore saat menjadi nara sumber dalam webinar leader talk melalui video conference dengan tema pemulihan ekonomi di tengah pandemi yang diselenggarakan Inews Kupang, Kamis (10/9).

Jefri mengatakan, selain fokus pada penanganan covid-19  dari segi kesehatan, Pemkot Kupang juga sedang berupaya sungguh-sungguh untuk memulihkan ekonomi warga yang terganggu selama beberapa bulan terakhir akibat covid-19.

Ia mengungkapkan, tahun 2020 Pemkot Kupang menetapkan target PAD sebesar Rp200 miliar. Namun karena pandemic covid-19, target itu agak sulit dicapai. Karena itu fokus utama Pemkot Kupang saat ini bukanlah mengejar target PAD melainkan bagaimana mendukung warga dan para pelaku usaha kembali membangkitkan pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang.

“Untuk itu Pemkot Kupangg keluarkan sejumlah kebijakan guna mempermudah para pelaku usaha terutama UMKM, seperti penghapusan atau pemotongan pajak dan retribusi, serta proses izin yang lebih mudah dan cepat,” kata Jefri.

Mantan anggota DPR RI asal Fraksi Partai Demokrat ini menyampaikan, Pemkot Kupang juga saat ini tengah menggagas sebuah program inovatif berupa pelatihan bagi 5.000 pemuda Kota Kupang. Lewat pelatihan yang dilakukan secara daring itu diharapkan akan lahir start up-start up baru di Kota Kupang yang mampu mendatangkan keuntungan ekonomi dengan memanfaatkan keunggulan teknologi terbaru. Tentunya upaya- upaya peningkatan ekonomi tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan protokol kesehatan yang berlaku. Hal ini mengingat Kota Kupang belum sepenuhnya aman dari covid-19 dan jumlah pasien terkonfirmasi positif yang terus bertambah beberapa hari terakhir.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda NTT, Semuel Rebo yang juga menjadi narasumber dalam webinar itu mengatakan, upaya untuk memulihkan ekonomi juga tengah dilakukan Pemerintah NTT. Sejak diberlakukannya masa new normal pada 15 Juli 2020 lalu yang ditandai dengan dibukanya kembali sejumlah destinasi wisata andalan di NTT, Pemerintah NTT ingin mendorong warga untuk terus berproduksi supaya ekonomi bisa kembali pulih. Upaya lainnya adalah merancang program padat karya di berbagai sektor seperti pertanian dan perikanan. Upaya lainnya adalah menyalurkan skema kredit bagi para pelaku usaha serta mengajukan pinjaman dari pihak swasta senilai Rp1,5 triliun untuk membiayai berbagai program termasuk sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, R.H Kristina memberi apresiasi kepada pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang telah membuat sejumlah langkah bijak sehingga saat ini wilayah NTT masih dikategorikan aman dari covid-19. Bahkan berkat kebijakan-kebijakan tersebut pertumbuhan ekonomi di NTT selama lima bulan terakhir sejak Maret 2020 lalu masih dalam taraf normal. Upaya peningkatan ekonomi di era pandemi covid-19 dan upaya penanganan kesehatan ibarat buah simalakama. Namun kedua sektor itu sama pentingnya bagi masyarakat. Untuk itu pemerintah disarankan untuk memperketat pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan dengan menekankan pembatasan sosial terutama pada keramaian dalam acara-acara yang menghadirkan banyak orang.

Pengamat ekonomi, James Adam menyatakan, pemerintah daerah sudah sangat serius menyiapkan langkah antisipasi untuk penanganan covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian. Upaya pemulihan ekonomi saat ini memang sulit karena sebelum covid-19 melanda ekonomi dunia, tiga tahun terakhir pun sudah goyah.

Pada kesempatan itu ia memberi saran kepada pemerintah daerah tentang bagaimana upaya memulihkan ekonomi di tengah pandemi covid-19. Pemda perlu mengoptimalkan stimulus daerah berupa bantuan-bantuan sosial yang disalurkan kepada warga. Pemda juga perlu mengoptimalkan anggaran belanja publik, apalagi saat ini pemerintah pusat sudah memberi kewenangan kepada pemda untuk merasionalisasi dan merelokasi anggaran untuk penanganan covid-19.

James juga mendorong Pemerintah NTT agar masyarakat ekonomi NTT yang sebelumnya sudah dicanangkan bisa dihidupkan kembali. Selain itu, perlu menggenjot sektor swasta dan pentingnya intervensi pemerintah untuk menjaga kestabilan pasar, lewat kebijakan ekonomi jangka pendek seperti penghapusan pajak dan retribusi yang sudah dilakukan Pemkot Kupang.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini