Home / Bisnis / 19.757 Pelaku UMKM di NTT Telah Mendapat Bantuan Pempus

19.757 Pelaku UMKM di NTT Telah Mendapat Bantuan Pempus

49 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com– Sebanyak 19.757 pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mendapat bantuan dari pemerintah pusat (Pempus) senilai Rp2,4 juta untuk kepentingan pemulihan ekononi akibat pandemi covid-19.

Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Seylvia Peku Djawang mengatakan, total pelaku UMKM yang telah mendapat bantuan itu terdiri dari tiga tahap.

Dimana tahap pertama dan kedua yang pencairannya digabungkan sebanyak 4.830 pelaku usaha, sedangkan tahap ketiga pada awal September 2020 diberikan untuk 14.927 pelaku usaha.

“Total anggaran yang telah disalurkan untuk 19.757 pelaku usaha yang mendapat bantuan tersebut sebesar kurang lebih Rp47 miliar,” kata Seylvia di Kupang, Selasa (15/9).

Ia menyampaikan, pemerintah kemungkinan besar akan menambah jumlah pelaku UMKM yang mendapat bantuan untuk tahap berikut. Karena UMKM menjadi pilar utama struktur riil ekonomi yang mampu bertahan di situasi sulit seperti disaat pandemi covid-19.

“Memang omset dan usaha mengalami penurunan, tapi UMKM tetap bertahan bila dibandingkan dengan pelaku usaha lainnya,” tandas Seylvia.

Menurutnya, para pelaku UMKM yang mendapat bantuan modal usaha senilai Rp2,4 juta itu belum pernah menerima bantuan jenis lain dari pemerintah seperti bantuan langsung tunai (BLT), dan bantuan program keluarga harapan (PKH).

Data penerima telah dilakukan seleksi secara bertahap dan diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sehingga diyakini pelaku UMKM yang mendapat bantuan modal usaha dimaksud tepat sasaran.

Seylvia menyatakan, pihaknya tidak mengetahui pelaku UMKM yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan senilai Rp2,4 juta dimaksud. Karena pihaknya hanya menghimpun data yang diserahkan para pelaku UMKM, sedangkan verifikasi dilakukan BPKP. Setelah dilakukan verifikasi, data yang ada langsung dikirim ke pusat untuk mendapat bantuan. Dananya langsung dikirim oleh bank pemerintah ke rekening masing- masing penerima.

“Karena itulah saat menyerahkan dokumen, harus disertakan dengan nomor handphone (HP) yang aktif sebab akan dinotifikasi oleh bank penyalur,” papar Seylvia.//sf (red)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini