Home / Bisnis / Pemerintah Biarkan Dermaga Namo Rusak Berat

Pemerintah Biarkan Dermaga Namo Rusak Berat

62 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Seba, Suara Flobamora.Com— Pemerintah Sabu Raijua selama ini tidak memberi perhatian terhadap pelabuhan Namo. Buktinya, satu-satunya pelabuhan yang menghubungkan Kecamatan Raijua dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Sabu Raijua dibiarkan dalam kondisi rusak berat.

Prihatin dengan kondisi ini, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua nomor urut dua, Orient Riwu Kore dan Tobias Uly atau paket IE RAI berjanji untuk membenahi Pelabuhan Namo jika dipercaya memimpin Sabu Raijua.

Janji ini disampaikan calon bupati, Orient kepada masyarakat Raijua saat melakukan kampanye rapat terbatas di beberapa titik di pulau yang dijuluki Niki Maja selama dua hari, Minggu (11/10) hingga Senin (12/10).

“Pelabuhan Namo kondisinya sudah rusak dan memprihatinkan. Kalau kami dipercaya memimpin, kami akan membenahi pelabuhan itu,” ujar Orient.

Menurut Orient, perbaikan Pelabuhan Namo akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Sabu Raijua. Selain itu, perekonomian masyarakat Raijua tentu semakin menggeliat. Sebab kapal-kapal besar akan berlabuh untuk mengangkut penumpang dan hasil-hasil bumi dari Raijua.

“Kapal-kapal besar bisa muat rumput laut, garam dan hasil bumi lainya dari sini,” kata Orient.

Sementara itu politisi PDI Perjuangan, Leonidas Adoe dalam orasinya meminta masyarakat Kecamatan Raijua untuk memilih paket IE RAI karena paket ini menjanjikan perubahan bagi Sabu Raijua secara menyeluruh.

“Saya sedih melihat kondisi jalan-jalan di Kecamatan Raijua. Saya percaya jika IE RAI terpilih jadi kepala daerah, tidak ada lagi proyek-proyek mangkrak sebagaimana kita lihat,” tandas Leonidas.

Ketua Komisi III DPRD Sabu Raijua ini juga berharap, paket IE RAI bisa mendengar dan menjawab setiap keluhan masyarakat, apabila dipercayakan memimpin Kabupaten Sabu Raijua.

“Kami mohon kepada bapak calon bupati dan wakil bupati, jika terpilih tolong perhatikan keluhan masyarakat di sini. Salah satunya masalah kekurangan air bersih. Di pulau ini harus dibangun bendungan atau embung besar sehingga bisa menampung air,” papar Leonidas.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini