Home / Bisnis / Menakar Progres Kepemimpinan Jefri Riwu Kore Memimpin Kota Kupang

Menakar Progres Kepemimpinan Jefri Riwu Kore Memimpin Kota Kupang

58 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com—Banyak pihak terutama mereka yang pesimis dan berpikir instan masih mempertanyakan dan meragukan kepemimpinan Jefri Riwu Kore dalam memimpin Kota Kupang. Namun sejak menahkodai Kota Kupang pada 2017 hingga saat ini, ada sejumlah komitmen, perhatian dan keberhasilan yang telah ditorehkan Jefri bersama Wakil Wali Kota, Herman Man.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang menyelenggarakan Jumpa Pers dengan media yang tergabung dalam forum komunikasi media desk Pemerintah Kota Kupang bertempat di Aula Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Selasa(27/10). Jefri tampil sebagai narasumber didampingi Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten 1) Yanuar Dally dan Plt. Asisten Administrasi Umum (Asisten 3), Thomas D. Dagang serta pimpinan perangkat daerah terkait serta Dirut PDAM Kota Kupang.

Jefri menyampaikan perhatiannya terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang. Selama ini korban meninggal akibat DBD selalu bertambah setiap tahunnya. Karena itu, ia meminta agar jajarannya memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Diperlukan langkah-langkah efektif dalam penanganan DBD, antara lain menyediakan serbuk abate oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk dibagikan ke kelurahan-kelurahan. Selain itu, tiap camat dan lurah agar terus bersinergi dengan para RT dan RW masing-masing untuk terlibat penuh dalam penanganan masalah ini.

“Saya akan memberlakukan sanksi tegas bagi merekamengabaikan perintah tersebut. Bahkan diusulkan untuk menangguhkan dana insentif bagi RT dan RW yang wilayahnya terdapat warga meninggal akibat DBD,” kata Jefri.

Topik lainnya adalah upaya mengatasi dampak kekeringan dan pemenuhan kebutuhan air bersih melalui penyelenggaraan sistem pengelolaan air minum (SPAM) Kali Dendeng. Pada hari yang sama akan dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan penyelenggaraan SPAM antara Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR dan Pemerintah Kota Kupang di Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT.

Program lainnya antara lain, proyek pemasangan 1.800 lampu jalan dan trotoar berstandar nasional yang sementara berproses dan rencana proyek penataan koridor 3, boulevard di kelurahan LLBK dan Penataan Ruang Terbuka Hijau di depan Aston Hotel.

Khusus untuk lampu jalan, tahun ini 1.800 tiang lampu telah dipasang dan tahun depan akan diperbanyak tiang lampu untuk jalan masuk gang. Untuk pengerjaan pembangunan koridor 3, boulevard kelurahan LLBK dan penataan ruang terbuka hijau di kawasan depan Aston Hotel telah ditandatangani proyeknya dan siap dikerjakan. Khusus untuk pedagang di depan Aston Hotel akan direlokasi sementara di samping Sotis Hotel Kelurahan Pasir Panjang.

Pada kesempatan itu, Jefri juga mengungkapkan soal penyaluran bantuan sosial, bantuan pendidikan dan perlengkapan sekolah, program bedah rumah serta bantuan uang muka perumahan bagi pemuka agama di Kota Kupang. Tahun ini juga akan disalurkan bansos terkait penanganan Covid-19 dan juga bantuan sarana dan prasarana sekolah, baik bagi guru maupun siswa sekolah.

“Untuk program bedah rumah, tidak ada aturan yang dilanggar karena merupakan tanggung jawab pemerintah dalam penanganan kemiskinan,” tandas Jefri.

Mengenai penataan air bersih di Kota Kupang, Jefri menyampaikan, air bersih menjadi sangat mahal di Kota Kupang. Untuk itu perlu terobosan. Salah satunya terkait sumber air baku di Oepura, Air Hitam dan beberapa titik air baku di Kota Kupang yang perlu mendapat tambahan dana penanganan dari Pemerintah Kota Kupang yang dilaksanakan Dinas PUPR Kota Kupang dan PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang. Selain itu, Pemerintah Kota Kupang berencana menyediakan sekitar 500 tandon air melalui BPBD Kota Kupang bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Pemerintah Kota Kupang menandatangani nota kesepahaman dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI terkait pengelolaan SPAM Kali Dendeng dengan anggaran Rp189 miliar dan waktu pengerjaan tahun jamak. Tahun depan juga akan dilanjutkan dengan pembangunan SPAM Air Sagu dengan total anggaran Rp75 miliar,” papar Jefri.

Ia menambahkan, ada satu program baru Pemerintah Kota Kupang untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum. Bantuan tersebut berupa fasilitasi mediasi hukum bagi masyarakat yang tidak mampu dan sedang menghadapi proses hukum. Program ini mengacu pada Peraturan Jaksa Agung nomor 15 tahun 2020, yaitu memberikan hak kepada jaksa penuntut umum (JPU) untuk menghentikan penuntutan terhadap terdakwa dalam kasus-kasus tertentu apabila pihak-pihak yang terlibat sudah sepakat berdamai.//sf (**/red)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini