Home / Kesehatan / Kasus Covid-19 Meningkat, Wali Kota Kupang Keluarkan Perwali

Kasus Covid-19 Meningkat, Wali Kota Kupang Keluarkan Perwali

46 Kali dibaca
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com— Data Covid-19 per-17 November 2020 di seluruh NTT sebanyak 891 orang, dengan rincian 624 sembuh, 15 meninggal, dan 252 orang masih menjalani perawatan. Khusus untuk Kota Kupang, jumlah pasien positif 307 orang, 231 sembuh, dan 165 masih dirawat serta 11 (sebelas) orang meninggal.

Menyikapi persoalan dimaksud, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Rabu (18/11) mengeluarkan peraturan wali kota (Perwali) nomor 90 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (Prokes). Perwali tersebut memuat 11(sebelas) pasal yang mengatur beberapa subjek, mulai dari perorangan, pelaku usaha hingga para pengelola atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum. Untuk perorangan, wajib menerapkan 4M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Untuk subjek pelaku usaha, wajib menerapkan 4M untuk karyawan dan para pengunjung. Hal yang sama juga berlaku untuk pengelola tempat atau fasilitas umum.

Sedangkan dalam pasal empat menyatakan, para pelaku usaha wajib melakukan sosialisasi dan melakukan edukasi serta memanfaatkan berbagai media informasi untuk memberikan pemahaman mengencai pencegahan dan pengedalian covid-19. Pelaku usaha juga wajib melakukan disinfeksi lingkungan secara berkala, pemantauan kesehatan bagi orang yang beraktivitas di lingkungannya, dan fasilitasi deteksi dini dalam penanganan kasus untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

“Sanksi yang tercantum dalam perwali ini sangat tegas bagi mereka yang tidak menerapkan prokes, baik untuk perorangan, pelaku usaha, maupun pengelola fasilitas publik,” demikian kata Jefri sebagaimana diatur dalam pasal enam perwali.

Lebih lanjut Jefri dalam perwali itu menguraikan, sanksi untuk perorangan yaitu sanksi teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial hingga denda administratif maksimal Rp100.000. Sementara untuk pelaku usaha atau pengelola fasilitas umum, selain ada sanksi teguran lisan atau tertulis, ada penghentian sementara operasi usaha, pencabutan izin usaha hingga denda administratif paling kurang Rp500.000 hingga Rp10 juta.

“Besaran denda yang ditetapkan baik perorangan maupun pelaku usaha atau pengelola fasilitas umum, disetor ke kas daerah,” kata Jefri.

Sebagai tindak lanjut dari Perwali tersebut, ia juga mengeluarkan surat edaran Nomor: 046/HK.188.55/XI/2020 tentang pencegahan dan peningkatan kewaspadaan penyebaran covid-19 di Kota Kupang. Surat edaran ini ditujukan kepada para camat dan lurah se-Kota Kupang. Dalam surat itu, para lurah dan camat diminta untuk intensif melakukan sosialisasi secara masif tentang penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer. Melaksanakan penegakkan prokes sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 18 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Covid-19 di Wilayah Kota Kupang.

Selain itu, lanjut Jefri dalam surat edaran itu, meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap potensi meningkatnya penularan Covid-19 di lingkungan masing-masing. Menghindari tempat ramai, ruang terbatas atau ruang tertutup dengan ventilasi buruk. Melakukan pembatasan sementara waktu perayaan-perayaan terutama pesta-pesta yang mengumpulkan banyak orang, bila perlu menunda perayaan dan membatasi jumlah orang maksimal 30 orang dan atau maksimal 50 persen kapasitas tampung ruangan.

Jefri menambahkan, bersama Tim Gugus Tugas/Satuan Tugas Penanganan Covid-19 kelurahan melakukan pengawasan terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri di wilayahnya masing-masing. Menginisiasi, mengkoordinasi dan memfasilitasi bantuan biaya hidup bagi keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri dan bersama masyarakat sekitar secara swadaya serta mengkondisikan masyarakat agar tetap kondusif terkait keberadaan warga yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.//sf (**/red)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini