Home / Desaku / Program IE RAI Berangkat dari Keluhan Masyarakat Sabu Raijua

Program IE RAI Berangkat dari Keluhan Masyarakat Sabu Raijua

58 Kali dibaca
Daniel Abia Ludji

Bagikan Halaman ini

Seba, Suara Flobamora.Com—Semua calon kepala daerah tentu membawa program, visi dan misi serta dilatari segudang pengalaman untuk membangun daerah agar lebih maju lagi. Tinggal saja masyarakat mencermatinya untuk menentukan pilihan kepada siapa dukungan diberikan pada hari pencoblosan dengan suatu keyakinan, pemimpin yang didukungnya mampu menjawabi kebutuhan masyarakat.

Anggota DPRD Sabu Raijua, Daniel Abia Ludji mengatakan, dalam kacamata lawan politik, program yang diusung pasangan calon bupati dan wakil bupati, Orient P. Riwu Kore dan Tobias Uly atau dengan nama tagline IE RAI kerap dianggap terlalu muluk-muluk dan sulit untuk direalisasikan.

Namun sebenarnya, program paket IE RAI lahir dari keluhan-keluhan mendasar masyarakat Sabu Raijua. Selain itu, program ini dirancang dari pengalaman Orient dan Tobias yang sukses di dunia kerja yang berbeda.

“Bapak Orient punya pengalaman 30 tahun di Amerika, sedangkan bapak Tobias pernah menduduki sejumlah jabatan eselon dua di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Jadi jangan ragu memilih IE RAI pada 9 Desember mendatang,” ajak Daniel di Sabu, Sabtu (21/11).

Menurut politisi Partai Perindo asal Desa Lobo Hede, Kecamatan Hawu Mehara ini, pilihannya jatuh kepada Paket IE RAI bukan karena Perindo adalah salah satu partai pendukungnya. Namun pilihan itu didasari sebuah keyakinan bahwa sosok Orient dan Tobias bisa membawa perubahan yang signifikan untuk Kabupaten Sabu Raijua.

“Sebentar lagi kita akan memilih pemimpin Sabu Raijua. Secara politik, saya harus mendukung IE RAI karena partai saya (Perindo) mendukung paket ini. Tapi paket IE RAI memang pantas didukung karena punya program yang luar biasa untuk membangun Sabu Raijua,” tandas Daniel.

Pada kesempatan itu ia berharap agar Pilkada Sabu Raijua berjalan dengan damai dan lancar sesuai harapan semua pihak.

“Jangan sampai persaudaraan kita rusak karena berbeda pilihan. Kita harus tetap kedepankan rasa kekeluargaan dan persaudaraan,” ujar Daniel.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini