Home / Bisnis / Jelang Natal, TPID Kota Kupang Pantau Harga Sembako

Jelang Natal, TPID Kota Kupang Pantau Harga Sembako

44 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com—Menjelang Hari Raya Natal, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang, Kamis (17/12) melakukan pemantauan ketersediaan stok dan harga sembilan bahan pokok (sembako) di tingkat distributor dan pasar tradisional di Kota Kupang.

Pemantauan ini dipimpin Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang , Djidja Kadiwanu. Selain itu, perwakilan dari perangkat daerah lainnya yang tergabung dalam TPID seperti Bulog, Angkasa Pura, Satgas Pangan Provinsi NTT, Badan Pusat Statistik (BPS), Direktur Keuangan PD Pasar, Kretisana Jagi, Direktur Pemasaran PD Pasar, Maksi Nomlene, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Muhammad Khairil, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ernest Ludji.

Pemantauan diawali dari gudang distributor CV Sumber Cipta yang terletak di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak. Rombongan juga berkesempatan meninjau gudang persediaan beras, gula dan tepung terigu milik perusahaan itu. Direktur CV Sumber Cipta, Fernando Gontai memastikan stok sembako yang ada pada mereka cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kupang hingga tiga bulan ke depan.

Rombongan TPID juga melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional, Pasar Kasih Naikoten I. Sejumlah pedagang dimintai informasi terkait perkembangan harga bahan pokok seperti daging ayam, daging sapi dan bumbu dapur.

Di Pasar Kasih Naikoten I, Wakil Wali Kota, Herman Man melalui pengeras suara mengimbau kepada seluruh pengguna pasar, baik pembeli maupun penjual untuk mematuhi protokol kesehatan terutama memakai masker. “Jika tidak ditaati, Pemkot Kupang akan mengambil langkah tegas untuk menutup sementara pasar demi kesehatan warga,” katanya.

Dalam rapat koordinasi TPID setelah melakukan pemantauan lapangan, Herman menyampaikan, kegiatan pemantauan bertujuan untuk mengetahui sejauhmana laju inflasi di Kota Kupang, karena inflasi memiliki dampak yang besar pada perekonomian suatu daerah.

Ia mengungkapkan, dari hasil pantauan tersebut diketahui bahwa stok sembako untuk Kota Kupang pada distributor masih aman untuk beberapa bulan ke depan. Sementara di pasar tradisional terjadi kenaikan harga yang cukup mencolok terutama pada beberapa bahan makanan seperti daging. Untuk itu semua unsur yang tergabung dalam TPID diajak untuk bersama-sama menekan laju inflasi di Kota Kupang sesuai tupoksi masing-masing.

“TPID dan Pemkot Kupang akan bekerjasama dengan pihak keamanan guna mengantisipasi aksi curang para spekulan yang melakukan penimbunan.  Diharapkan rapat koordinasi ini memberi masukan kepada Pemkot Kupang dalam mengambil langkah ke depan guna menekan laju inflasi,” ujar Herman.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan, inflasi di Kota Kupang per November 2020 sebesar 0,22 persen dan masih dalam taraf wajar. Kenaikan harga menjelang hari raya  seperti saat ini merupakan bagian dari dinamika pasar. Dari hasil pantauan kenaikan harga tidak hanya pada daging ayam, daging sapi dan telur tetapi juga pada bumbu dapur seperti bawang dan cabai.

Karena itu TPID perlu memberi perhatian dan melakukan langkah konkret. Misalkan, untuk keterjangkauan harga, perlu melaksanakan pemantauan harga komoditas pokok masyarakat serta sidak pasar dan melaksanakan pasar murah. TPID perlu melakukan koordinasi dengan distributor penyedia komoditas pokok untuk memperkuat ketersediaan pasokan dan melaksanakan pemantauan pasokan komoditas pokok.

“TPID juga perlu menjaga kelancaran distribusi melalui Pelabuhan Tenau dengan memprioritaskan komoditas pokok masyarakat. TPID bersama Pemkot Kupang juga perlu mengelola ekspektasi masyarakat melalui iklan layanan masyarakat agar tidak melakukan kepanikan dalam membeli serta menggunakan transaksi non tunai,” saran Nyoman.

Jhon Blegur, perwakilan Satgas Pangan Provinsi NTT mengakui beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pelindo soal bongkar muat sembako terutama daging dan telur yang dipasok dari luar. Karena beberapa pengusaha dan distributor sempat mengeluhkan lambatnya proses bongkar muat akibat mesin yang rusak. Juga telah melakukan pemantauan lapangan terkait dugaan penimbunan. Hingga saat ini belum ditemukan adanya penimbunan bahan pokok.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini