Home / Hukrim / Bandara El Tari Resmi Sepenuhnya Masuk Wilayah Kota Kupang

Bandara El Tari Resmi Sepenuhnya Masuk Wilayah Kota Kupang

58 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com—Pelabuhan Udara (Bandara) internasional El Tari resmi masuk dalam wilayah administrasi Kota Kupang. Sebelumnya segmen ini terbagi dua, sebagian masuk dalam wilayah Kabupaten Kupang dan sebagian lagi masuk dalam wilayah administrasi Kota Kupang.

Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang dalam rapat pembahasan batas daerah di ruang rapat Gubernur NTT, Senin (28/12) akhirnya bersepakat untuk menyerahkan kawasan bandara El Tari Kupang masuk ke dalam wilayah administrasi Kota Kupang.

Sementara untuk kawasan Nasipanaf akan disesuaikan dengan kondisi sosiologis dan politik masyarakat di kawasan tersebut, berdasarkan data wilayah pemilihan yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang mempertemukan dua kepala daerah tersebut menyampaikan, kesepakatan penentuan batas wilayah tentunya selalu merujuk pada undang-undang.  Mengenai segmen bandara El Tari, tidak mungkin diambil- alih dua pemerintah daerah sekaligus.

Karena itu dalam pertemuan tersebut, gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah berusaha menjadi mediator yang memberi jalan tengah penyelesaian sengketa batas wilayah yang sudah berlangsung lama. Akhirnya disepakati pilar batas yang selama ini membelah bandara masuk dalam dua wilayah dinyatakan tidak berlaku. Diyakini, penyesuaian batas wilayah ini tidak merugikan rakyat karena tidak ada hak kepemilikan warga atas tanah yang hilang.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT dan jajarannya yang sudah mengambil sikap dalam menyelesaikan persoalan batas wilayah ini. Gubernur tentu sudah melihat berbagai aspek sebelum mengambil keputusan ini. Pemerintah Kota Kupang siap menerima apapun keputusan yang diambil gubernur terkait batas wilayah ini.

“Kami siap terima apapun keputusan soal batas wilayah, karena pada dasarnya tujuan kita sama yakni membangun NTT dan mensejahterakan rakyat,” kata Jefri.

Senada disampaikan Bupati Kupang, Korinus Masneno. Menurutnya tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan, termasuk soal batas wilayah. Diharapkan, penyelesaian diambil seadil-adilnya dan tidak menimbulkan persoalan baru.

“Meski belum ada kesepakatan antar kepala daerah, namun selama ini tidak pernah ada keributan yang timbul antar warga di kawasan tersebut terkait batas,” ungkap Korinus.

Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Perwakilan Badan Pertanahan Provinsi NTT, Yulius Talok menjelaskan, sesuai peta lampiran menurut UU No. 5 Tahun 1996 tentang  Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang,  kawasan Bandara El Tari sepenuhnya masuk dalam wilayah administrasi Kota Kupang. Karena itu dipastikan, penyesuaian batas admistrasi wilayah pemerintah tidak mengurangi hak-hak perdata perseorangan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, dan Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini