Home / Hukrim / Bupati Mabar Segera Susul 10 Tersangka ke Kupang

Bupati Mabar Segera Susul 10 Tersangka ke Kupang

110 Kali dibaca
Sejumlah tersangka kasus dugaan jual beli aset negara di Labuan Bajo, Manggarai Barat tiba di Kantor Kejati NTT di Kupang, Kamis (14/1/2021)

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com—Bupati Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Ch. Dula akan menyusul 10 tersangka lainnya ke Kupang setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli aset negara berupa tanah seluas 30 hektar di Keranga, Labuan Bajo.

Dalam kasus dugaan jual beli aset negara yang merugikan negara Rp3 triliun itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menetapkan 17 orang tersangka, salah satunya Bupati Mabar, Gusti Dula.

Walau demikian, Kejati belum menahan Gusti Dula bersama enam tersangka lainnya. Kejaksaan baru menahan 10 tersangka.

Kesepuluh tersangka itu diterbangkan dari Labuan Bajo, Mabar menggunakan pesawat WingsAir pada Kamis (14/1).

Setiba di Bandara El Tari Kupang, ke- 10 tersangka diangkut menggunakan dua mobil tahanan menuju kantor Kejati NTT dan tiba di kantor itu sekitar pukul 16.35 Wita untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kesepuluh tersangka yang telah digiring ke Kupang tersebut adalah Andi Rizki Nur Cahya, Kasipem Mabar Ambrosius Sukur, Kabag Kesra Mabar Abdullah Nur, Theresia Koro, Sukri, Ente Puasa, Dai Kayus, Mahmud Nip, dan Masimiliano.

Aspidsus Kejati NTT, Muhammad Ilham Samudra dalam keterangannya di Labuan Bajo menyampaikan, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi jual beli aset negara di Labuan Bajo, pihaknya menetapkan Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula sebagai tersangka.

“Jumlah tersangka dalam kasus ini sebanyak 17 orang, termasuk Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula,” kata Ilham.

Ia menyampaikan, Agustinus Ch. Dula bersama 16 tersangka lainnya akan ditahan di Kupang. Salah satu tersangkanya adalah warga negara asing asal Italia.

Hingga berita ini diturunkan, Kejati NTT belum memberikan keterangan pers terkait delapan tersangka yang belum ditahan.//sf (**/red)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini