Home / Kesehatan / Penuhi Syarat, Pemkot Terapkan PPKM

Penuhi Syarat, Pemkot Terapkan PPKM

26 Kali dibaca
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com— Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) setelah kasus covid-19 yang terus meningkat memenuhi syarat untuk diberlakukan.

Penerapan PPKM tersebut tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore yang diperoleh media ini, Kamis (14/1/2021).

Dalam surat edaran nomor 004/HK.188. 45. 443.1/I/2021 mengatur tentang peningkatan kewaspadaan dalam rangka PPKM untuk mengendalikan dan meminimalkan penularan transmisi lokal covid-19 di Kota Kupang.

“Penerapan PPKM itu merujuk pada Instruksi Mendagri 01 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19,” kata Jefri.

Ia menyebutkan sejumlah poin penting terkait ketentuan dalam upaya pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan dan meminimalkan penularan transmisi lokal covid-19 di Kota Kupang. (1) membatasi tempat/ kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat. (2) melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/online.

(3) untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, tetap dapat beroperasi 100 persen, dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas, serta penerapan protokol kesehatan secara ketat.

(4) mengatur pemberlakuan pembatasan sebagai berikut kegiatan restoran (makan/minum di tempat) sebesar 25 persen dan untuk layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai jam operasional restoran. Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall/toko/toko moderen sampai dengan pukul 19.00 WIB. Sedangkan pasar tradisional dilakukan pembatasan jam operasional (transaksi jual-beli) pada Pukul 05.00- 10.00 dilanjutkan pada pukul 16.00- 19.00.

(5) mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persendengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. (6) kegiatan di tempat ibadah untuk sementara tidak dilaksanakan tatap muka secara langsung tetapi dapat dilaksanakan secara virtual/online sampai 25 Januari 2021 yang secara teknis diatur bersama FKUB.

(7) kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara. (8) dilakukan pengaturan dan pembatasan kapasitas penumpang untuk transportasi umum dan wajib memakai masker dan mentaati protokol kesehatan bagi sopir, awak dan/atau penumpang terutama yang masuk Kota Kupang. (9) dilakukan pemeriksaan melalui operasi Prokasih (Protokol Kesehatan Kasih) di setiap pintu masuk (gerbang) wilayah Kota Kupang dan bagi sopir, awak dan/atau penumpang yang tidak memakai masker dan mentaati protokol kesehatan lainnya dilarang memasuki wilayah Kota Kupang.

(10) menutup untuk sementara waktu semua restoran/ballroom dari kegiatan pesta maupun syukuran dalam bentuk apapun sampai dengan 25 Januari 2021. (11) setiap warga Kota Kupang dilarang menyelenggarakan pesta maupun syukuran dalam bentuk apapun sampai dengan 25 Januari 2021. (12) kepada Satuan Polisi Pamong Praja Camat dan Lurah sebagai Gugus Tugas Kelurahan diminta untuk tetap mengawasi pelaksanaan edaran ini.

“Perangkat daerah terkait yang berwenang dalam menegakan protokol kesehatan agar wajib secara masif melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap mitra kerja,” ungkap Jefri.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini