Home / Kesehatan / Kota Kupang Peringkat Lima Besar Indeks Kota Toleran 2020 Versi Setara Institute

Kota Kupang Peringkat Lima Besar Indeks Kota Toleran 2020 Versi Setara Institute

184 Kali dibaca
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore pada acara launching dan penghargaan indeks kota toleran award 2020 yang berlangsung di Ballroom Hotel Ashley, Jakarta, Kamis (25/2)

Bagikan Halaman ini

Kupang, Suara Flobamora.Com— Kota Kupang menempati peringkat lima besar dengan memperoleh skor tertinggi dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2020 yang versi Setara Institute.

Pemberian penghargaan atas prestasi  tersebut diterima Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam acara launching dan penghargaan indeks kota toleran award 2020 yang berlangsung di Ballroom Hotel Ashley, Jakarta, Kamis (25/2).

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore setelah menerima penghargaan tersebut mengungkapkan rasa bangga karena Kota Kupang dapat meraih peringkat lima dari lembaga besar seperti Setara Insitute.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya merasa bangga dan berterimakasih atas penghargaan ini, kami berhasil menjadi lima terbaik dalam suatu penilaian dari Setara Institute,” kata Jefri.

Menurutnya, seperti kota-kota lain, Kota Kupang memiliki semangat yang sama untuk bagaimana mengatur keberadaan keragaman. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang senantiasa membuat terobosan-terobosan yang baru agar semua warga masyarakatnya dapat beribadah dengan baik.

“Satu hal terbaru yang kami buat di Kota Kupang adalah bagaimana memastikan semua umat beragama dapat memiliki hak sama yaitu beribadah dengan leluasa dan nyaman,” terang Jefri.

Ia menyatakan, jika mengikuti regulasi yang ada, ada sebagian warga yang tidak dapat beribadah karena jumlahnya yang sedikit untuk menggenapi persyaratan membangun rumah ibadah.

“Kalau ikut aturan, agama Budha misalnya, sampai kapan pun di Kota Kupang tidak mungkin ada pembangunan rumah ibadahnya karena aturan mengisyaratkan harus didukung jumlah tertentu kepala keluarga pemeluk agama. Krena itu kita membuat suatu terobosan melalui perda untuk pastikan mereka bisa beribadah dan pemerintah juga menyiapkan tempat untuk rumah ibadah mereka,” jelas Jefri.

Hal inilah, lanjutnya, merupakan salah satu yang dibuat Pemkot Kupang dalam kurun waktu dua tahun terakhir dalam pembangunan keberagaman di NTT, khususnya di Kota Kupang. Diharapkan, penghargaan yang diterima ini dapat menjadi pemicu bagi warga Kota Kupang untuk lebih meningkatkan toleransi dalam bermasyarakat dan mendukung pembangunan keimanan masyarakat beragama di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore

Direktur Setara Institute, Hasani Ismail menjelaskan, IKT 2020 adalah satu kerja yang dilakukan pihaknya sejak tahun 2015 yang didukung Kemendagri dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Hal ini sebagai salah satu upaya Setara Institute dan jejaring di berbagai provinsi untuk mempraktekkan kebijakan-kebijakan terbaik di 94 kota di Indonesia.

“Ini bukan kerja sederhana, namun kerja akademik, kerja advokasi yang butuh effort luar biasa,” kata Ismail.

Ia mengatakan, semua kota pada dasarnya toleran namun dalam pemeringkatan ada nomor Satu sampai 94. Diharapkan, Kemendagri dan BPIP dapat melakukan pembinaan-pembinaan intensif kepada daerah-daerah yang dinilai kurang toleransinya.

Keberhasilan pemerintah kota yang menduduki peringkat-peringkat terbaik merupakan kerja keras pemimpinnya dan sinergi dengan tokoh masyarakat, DPRD, organisasi perangkat daerah seperti Kesbangpol dan tokoh-tokoh agama di daerah masing-masing. IKT adalah prestasi kolektif dari sebuah kota.

Sepuluh  kota yang memperoleh skor tertinggi dalam laporan IKT 2020 versi Setara Institute secara berurutan dari urutan satu hingga 10 sebagai berikut, Salatiga, Singkawang, Manado, Tomohon, Kota Kupang, Surabaya, Ambon, Kediri, Sukabumi dan Bekasi.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini