Home / Bisnis / Bunga Flamboyan Jadi Motif Tenunan Khas Kota Kupang

Bunga Flamboyan Jadi Motif Tenunan Khas Kota Kupang

123 Kali dibaca
Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone menyerahkan Surat Pencatatan Ciptaan bernomor 000209238 kepada Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe selaku pencipta motif tenun ikat dengan judul motif sepe bertempat di lantai dua Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (9/3/2021)

Bagikan Halaman ini

Kupang, suara flobamora.com—Kerinduan Kota Kupang untuk memiliki tenunan khas daerahnya sendiri akhirnya terjawab lewat upaya dan kerja keras Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kupang yang diketuai Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe yang juga selaku Ketua TP PKK Kota Kupang.

Motif bunga flamboyan atau dengan nama lokal bunga sepe menjadi tenunan khas daerah Kota Kupang telah terdaftar dan mendapatkan Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia guna mendapatkan perlindungan hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Seremonial penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan bernomor 000209238 berlangsung di lantai dua Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (9/3/2021).

Penyerahan dilakukan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana D. Jone kepada Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe selaku pencipta motif tenun ikat dengan judul motif sepe. Selain itu menyerahkan Surat Pencatatan Ciptaan kepada Pemerintah Kota Kupang selaku pemegang hak cipta yang diterima Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay.

Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone menyampaikan proficiat kepada Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe selaku Ketua Dekranasda Kota Kupang yang telah melakukan karya intelektual anak bangsa yaitu menciptakan motif tenun ikat sepe. Dengan adanya penyerahan surat pencatatan ciptaan ini, secara hukum tenun ikat motif sepe karya Hilda Manafe  dilindungi negara.

“Ketika dikemudian hari apabila ada para pihak yang tidak bertanggungjawab mencoba-coba mengklaim untuk menenun dengan motif yang sama, itu akan masuk pada ranah pidana,” kata Marciana.

Ia menyampaikan, potensi kekayaan intelektual di Kota Kupang yang belum mendapatkan perlindungan secara baik. Padahal hal ini bisa dilakukan dengan bantuan Pemerintah Kota.

“Ada banyak kelompok tenun ikat yang ada di Kota Kupang. Tolong bantu mereka untuk mendaftarkan karya cipta mereka, karena ketika mereka tidak didaftarkan sangat disayangkan harga mereka itu bisa dipermainkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan mereka mendapatkan keuntungan yang sangat sedikit,” terang Marciana.

Ia menjeaskan, saat ini di Kota Kupang yang sudah terdaftar untuk mendapatkan kekayaan intelektual personal sebanyak 75 untuk merek, dan 10 untuk hak cipt,a salah satunya karya Ketua Dekranasda Kota Kupang serta 11 paten.  Namun sesuai data yang dimiliki Kanwil Kemenkumham, di Kota Kupang masih terdapat 10.217 usaha mikro dan 1.352 usaha kecil . Artinya, sebanyak 11.569 UMKM yang memiliki potensi untuk didaftarkan, namum belum dilakukan.

Untuk itu, Marciana mendorong agar Pemkot Kupang dapat menfasilitasi para pelaku UMKM tersebut agar bisa didaftarkan, tentunya dengan kerja sama dan dukungan dari perbankan di NTT.

“Ruang ini diberikan, tinggal bagaimana kepedulian kita terhadap karya intelektual personal yang kurang lebih 11.569 di Kota Kupang harus diberdayakan” ungkap Marciana.

Ia berharap, dengan dilakukannya penyerahan surat pencatatan ciptaan hari ini dapat menjadi titik awal atau start gebrakan yang dilakukan Ketua Dekranasda akan mempengaruhi pelaku UMKM di Kota Kupang untuk ikut mendaftarkan karya cipta mereka.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini