Home / Kesehatan / Pemerintah NTT Libatkan Tokoh Agama Relokasi Warga Terdampak Seroja

Pemerintah NTT Libatkan Tokoh Agama Relokasi Warga Terdampak Seroja

154 Kali dibaca
Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi

Bagikan Halaman ini

Kupang, suara flobamora.com— Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mempercepat upaya relokasi warga dari lokasi-lokasi bencana yang rusak parah ke lokasi baru yang disiapkan pemerintah daerah.

Wakil Gubernur NTT, Josef Adrianus Nae Soi mengatakan, bagi rumah- rumah warga yang rusak di tempat-tempat yang sama sekali rawan (bencana) ke depannya, mereka harus direlokasikan ke tempat lain yang lebih aman.

“Tentu saja untuk ini, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten harus kerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” kata Nae Soi di Kupang, Sabtu (10/9/2021).

Menurutnya, keterlibatan tokoh-tokoh tersebut dibutuhkan untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat supaya mereka mau untuk segera pindah ke lokasi baru yang ditetapkan pemerintah daerah.

Karena bisa terjadi mereka akan pertahankan bahwa mereka itu sudah turun temurun menetap di situ.

“Karena itu kami minta kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat untuk sama-sama dengan kami melakukan pendekatan kepada masyarakat supaya mereka mau direlokasikan ke tempat lain, dimana embangunan rumah-rumah yang direlokasikan itu sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat,” papar Nae Soi.

Ia mnjelaskan, pemerintah pusat melalui BNPB akan berikan bantuan Rp50 juta bagi rumah yang rusak berat, Rp25 juta rusak sedang dan Rp10 juta rusak ringan, sedangkan untuk yang meninggal akan diberikan santunan oleh pemerintah pusat.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Marius Ardu Jelamu menyampaikan, data korban badai seroja hingga Sabtu (10/4/2021) siang tercatat, 175 korban tewas dan 45 masih hilang.

Selain itu, total yang terluka 153 orang, yang mengungsi 24.600 orang, yang terdampak sejumlah 80.328 orang.

Rumah yang rusak berat sejumlah 8.708, rusak sedang 4.633, rusak ringan 11.304 sehingga total 24.645 rumah dan yang terdampak 4.479 rumah, sertafasilitas umum yang alami kerusakan 658.

“Sampai dengan saat ini ada 18 kabupaten/kota yang melaporkan datanya. Sementara 4 kabupaten lainnya yakni Sumba Barat Daya, Manggarai Barat, Manggarai Timur dan Nagekeo belum ada data yang masuk sama sekali,” papar Marius.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini