Home / Hukrim / Satgas Badai Seroja Papar Alur Pendataan dan Penyaluran Bantuan Warga Terdampak

Satgas Badai Seroja Papar Alur Pendataan dan Penyaluran Bantuan Warga Terdampak

150 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Kupang, suara flobamora.com—Satgas Tanggap Darurat Bencana Badai Siklon Tropis Seroja memaparkan alur pendataan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak setelah bertemu dengan BNPB di Posko Tanggap Darurat Bencana Badai Siklon Tropis Seroja NTT.

Pemkot Kupang melalui Tim Satgas yang melakukan konsultasi dengan BNPB di Aula El Tari Kupang, Kamis (15/4/2021) itu terdiri dari Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, Kabid Layanan E Government pada Diskominfo Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, Kasubbid pada BPBD Kota Kupang, Jen Malelak dan Kasubbag Administrasi Kewilayahan dan Perangkat Kecamatan pada Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang, Jefry Baitanu.

Para tim Satgas yang berkonsultasi dengan Kasubdit Perencanaan Pendanaan, Rambat P. Adi dan Analis Kebijakan, Eusy Diktyaningsih dari BNPB tersebut dalam rangka memperoleh informasi terkait alur pendataan dan penyaluran bantuan perbaikan rumah untuk diteruskan ke masyarakat.

Menurut Eusy Diktyaningsih, sesuai Peraturan BNPB Nomor 5 tahun 2017 tentang Penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana, dapat diinformasikan kepada masyarakat bahwa alur pendataan awal dilakukan pihak kelurahan dibantu RT dan RW setempat. Setelah data diserahkan ke BPBD Kota Kupang, akan diverifikasi oleh tim teknis.

“Data hasil verifikasi tim teknis itu kemudian dilakukan uji publik sebelum ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Kupang, dan selanjutnya diusulkan kepada BNPB untuk ditindaklanjuti. Proses ini berdurasi kurang lebih satu minggu sejak hari pertama pasca bencana,” papar Eusy.

Di tempat yang sama, Rambat P. Adi memaparkan, berdasarkan Peraturan BNPB nomor 4 tahun 2020 tentang penggunaan dana siap pakai, alur penyaluran bantuan diawali dengan review oleh Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP ), lalu pengusulan anggaran oleh BNPB ke kementerian keuangan.

Bila disetujui, Kementerian Keuangan akan mentransfer anggaran ke rekening BNPB yang kemudian disalurkan ke rekening khusus BPBD Kota Kupang. Selanjutnya BPBD Kota akan menyalurkannya ke masyarakat penerima bantuan.

“Estimasi prosedur penyaluran sejak reviu APIP hingga penyerahan kepada masyarakat kurang lebih dua bulan,” papar Rambat.

Ia menambahkan, tim teknis di daerah yang akan menyusun petunjuk untuk mengatur teknis pelaksanaan dan pertanggungjawabannya di lapangan (juknis).

Sebelumnya dilaporkan, akibat bencana alam badai seroja sebanyak enam orang meninggal dunia, delapan orang dilaporkan mengalami luka berat dan sebanyak 138 kepala keluarga terpaksa mengungsi di delalapan titik tempat pengungsian.

Berdasarkan laporan harian Posko Penanganan Bencana Alam Siklon Tropis Seroja Kota Kupang per 15 April 2021 pukul 12.00 Wita, terdata sebanyak 22.748 kepala keluarga atau 113.740 jiwa yang rumahnya mengalami kerusakan, dengan perincian 21.290 rusak berat, 874 rusak sedang dan 584 lainnya rusak ringan.//sf (**/gusto)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini