Home / Lintas Flobamora / Progres Fisik Jalan Provinsi Ruas Noa – Golowelu Capai 85 Persen

Progres Fisik Jalan Provinsi Ruas Noa – Golowelu Capai 85 Persen

68 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

Labuan Bajo, Suara Flobamora.Com – Progres fisik proyek peningkatan jalan provinsi NTT, Ruas Noa – Golo Welu dengan nilai sekitar Rp 44 Milyar yang dilaksanakan oleh PT. Gunung Sari Indah telah mencapai 85 persen.

Demikian dikatakan Direktur PT. Gunung Sari Indah, Heribertus Friday Tersino kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/5/21). Menurutnya, pihaknya akan segera menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Progres fisik lapangan sudah mencapai 85% dari kontrak. Kami sedang persiapkan pekerjaan hotmix tahap akhir. Dinding penahan tebing, drainase serta pekerjaan minor lainnya sudah selesai dikerjakan,” ujar pengusaha yang biasa disapa Heri.

Heribertus Tersino

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya telah melaksanakan pekerjaan hotmix tahap pertama dengan panjang sekitar 8 km. “Dari 16 km yang dikontrakkan, kami sudah hotmix 8 km. Sisa pekerjaan sekitar 8 km yang saat ini kami sudah hampar agregatnya. Kami masih menunggu tim dari Dinas PUPR Propinsi guna mengukur ketebalannya (agregat, red). Kalau sudah oke, maka secepatnya kami akan melakukan pekerjaan hotmix,“ paparnya.

Menurut Heri, Pekerjaan Peningkatan Jalan Provinsi, Ruas Noa – Golo Welu yang sedang ditangani pihaknya dianggarkan dari dana APBD I Propinsi NTT (bersumber dari Dana Alokasi Khusus/DAK) dengan nilai kontraknya sekitar Rp 44 miliar. “Kegiatan ini merupakan luncuran dari tahun 2020 lalu karena kendala curah hujan yang tinggi dan longsoran tebing di sepanjang ruas jalan,” jelasnya.

Heri merincikan, pekerjaan tersebut terdiri dari beberapa item, diantaranya : pekerjaan hotmix sepanjang 16 km, pekerjaan minor agregat A dan B, pasangan Bronjong sebanyak 1.500 M3, Pasangan Mortal sebanyak 2.958 M3, dan pasangan batu sebanyak 4.479 M3. “Pekerjaan minor sudah selesai semuanya. Sisa pekerjaan, tinggal hotmix karena agregat sudah hampar,” ujarnya optimis.

Pantauan Tim Media ini di lokasi proyek, tampak hotmix yang telah PT. Gunung Sari Indah terbentang mulus dengan panjang sekitar 8 km. Tampak drainase dan dinding penahan tebing telah terpasang. pekerjaan bronjong pada titik tertentu juga telah terpasang. Tampak pula sekitar 8 km ruas jalan yang telah dihampar agregat dan telah dipadatkan serta siap di hotmix.

Warga Noa dan Golowelu, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat yang ditemui wartawan menyatakan kegembiraannya.  Anton Harus (47) warga setempat kepada tim media ini mengaku gembira karena telah menikmati mulusnya jalan yang telah dikerjakan perusahaan tersebut. “Jalannya sudah bagus dan mulus. Kami merindukan ini sejak lama. Dari dulu kami hanya bisa mengharapkan tanpa ada kepastian, namun harapan kami saat ini terjawab oleh bapak Gubernur Viktor Laiskodat,“ paparnya.

Anton Harus merasa bersyukur karena ruas jalan propinsi itu telah diperhatikan. “Selama beberapa bulan terakhir ini sudah dilakukan pelebaran dan pengaspalan (hotmix, red) oleh PT. Gunung Sari Indah. Sudah dibuat drainase, bronjong dan dinding penahan tebing. Selesai dikerjakan, tinggal dilanjutkan hotmix,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Kristo ( 30 ), warga setempat yang ditemui di lokasi proyek. Dirinya mengakui bahwa gebrakan yang dilakukan oleh Gubernur Viktor Laskodat telah dirasakabn warga setempat. “Kami sangat berterima kasih kepada bapak gubernur karena pekerjaan jalan oleh PT. Gunung Sari sudah bisa kami rasakan manfaatnya,” ujarnya.

Pemberitaan Hoax
Pada kesempatan tersebut, Heri juga menyesalkan adanya pemberitaan hoax atau bohong oleh salah satu media online di Kupang tentang pekerjaan yang dilaksanakan pihaknya. “Diberitakan bahwa kualitas pekerjaan kami buruk. Itu berita bohonng karena dia tidak turun ke lokasi. Saya benar-benar kecewa,” ujarnya.

Ia mempertanyakan informasi sepihak dan asal foto dalam berita tersebut. “ Berita dan fotonya tentang rusaknya ruas jalan yang kami kerjakan karena berkualitas buruk. Itu bohong karena pekerjaan hotmix yang kami laksanakan masih mulus. Berita dan fotonya tidak sesuai dengan fakta sebenarnya di lapangan,” tandas Heri .

Menurut Heri, pihaknya telah menurunkan tim untuk memeriksa kondisi jalan tapi ternyata yang diberitakan salah satu media online itu ternyata tidak benar. “Tidak sesuai fakta sebenarnya di lapangan. Kemungkinan kondisi jalan yang rusak itu adalah pekerjaan bersumber dari DAK tahun 2019, yaitu dari kampung welu menuju Kake,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pada ada perusahaan lain yang juga melaksanakan pekerjaan hotmix pada tahun 2019 di ruas Noa-Golo Welu. “Kami juga kerja di ruas Noa-Golo Welu sejak 2020 sampai saat ini tapi di segmen jalan yang berbeda,” tegas Heri.

Dari foto yang ditayangkan media online tersebut, lanjutnya, pihaknya memastikan bahwa lokasi yang ada difoto itu bukan berada di segemen yang dikerjakan PT. Gunung Sari Indah. “Memang lokasi yang kami tangani itu persis di depan ruas yang ditangani perusahaan lain pada tahun 2019 lalu. Tapi yang kami kerjakan di lokasi tersebut belum dihotmix. Bagaimana bisa diberitakan dan difoto seolah-olah itu pekerjaan kami,” tandas Heri.

Selain itu, lanjut Heri, pada segmen yang ditangani pihaknya, juga tidak ada rumput di bahu jalan seperti yang terlihat dalam foto berita hoax itu. “Saya sangat keberatan dengan pemberitaan hoax itu. Apalagi wartawannya tidak mengkonfirmasi kami,“ ungkapnya dengan nada kecewa. (sf/tim)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini